Langsung ke konten utama

Remember of you

   Mengingat dirimu 

aku kenal dia lebih dari yang ku lihat. dia baik seorang anak yang sangat lembut hatinya dan seseorang yang biasa bercerita bermain dan segala aktifitas waktu lalu. waktu sangat cepat dulu mungkin aku belum tau apa-apa tentang hubungan ku dengan nya sama dia sebatas saudara. tapi lama kelaman menjadi orang yang sangat dekat melebihi seorang saudara. dia suka sekali bertengkar untuk olimpiade karate tingkat manapun. 
tak terasa waktu begitu berlalu sampai lupa ku hitung berapa banyak piala yang ia punya. 

aku sempat menyimpulkan dengan pemikiran ku sendiri dia adalah anak yang dikirimkan Allah menjadi anak yang baik, anak yang suka bantuin orang tua nya. sampai detik-detik dimana aku dan dia hanya sebetas sapa tak ada kata. aku terenyuh melihat dia waktu itu. dia yang dulu ku kenal tak seperti dulu dan segagah dulu dia bisa berubah dengan sangat cepat. akibat penyakit di dalam tubuhnya. aku terpejam lirih melihat tubuhnya yang dulu gagah semakin hari semakin sangat parah. aku tak bisa berkata-kata. saat itu
aku tak tau bagaimana cara berbicara dengannya dari hati ke hati. 

apa yang ia rasa ?

seberapa sakit luka yang di torehkan?

aku diam seribu bahasa untuk menyapa aku hanya tersenyum. aku pada waktu itu sempat berfikir bahwa aku sangat kecewa pada diriku sendiri.

kenapa dulu aku tak tanya sebelum ia pergi dari dunia ini?
kecewa yang mendalam yang kurasakan melebihi apa yang dia rasakan. mungkin dia juga ingin mengatakan sesuatu pada ku saat itu. tapi apalah daya. dengan dia begitu aku semakin merasa terkikis perih hingga saat ini. semua penyakit memang datang nya dari Allah. 

semua yang kita miliki bisa saja Allah ambil karena bisa saja kesibukan kita yang membuat semua menjadi sangat buruk bagi kehidupan kita  jadi dimana kita seharusnya bersikap dan bertingkah laku. aku jadi ingat hadist "tidaklah seorang muslim tertimpa kepayahan, penyakit, keguncangan, kedukaan, maupun kesulitan bahkan sampai duri yang menusuknya , melainkan dengan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya" HR Mutatafa'qalaih

aku yakin di balik sakitnya dia. Allah juga menghapus segala dosa yang pernah ia perbuat. hanya orang yang tak punya agama kalau dia bisa bilang dia tak punya dosa. semua orang pernah berbuat salah. tapi tidak serta orang itu salah terus dalam kehidupannya. 
hakikatnya kita hidup bukan cuma hidup. Tapi bagaimana semoga dia sembuh? Usaha orang tua nya sudah sangat luar  biasa. Jangan diam sengan kesedihan karena usaha tak pernah menjadikan kita menjadi hamba yang putus harapan. Dengan masalah kita mampu menginjakan kaki di level yang lebih tinggi untuj mendapat sosok insan yang tegar.

Teruntuk mu yang sudah bersatu dengan tanah. Ingin ku ucapakan bahwa aku rindu dirimu..
Ku doakan semoga kau di lapangkan kuburnya. Dan diampuni segala kesalahanmya aamiin...




Komentar